KOST
KUMPULAN CERPEN TALI BAMBUAPUS GIRI CERPEN 21: KOST Aku dulu kost karena ingin mendapat sawab-nya orang pintar. Kebetulan, saat semester empat, IP-ku hanya 1,55 dan itu adalah fluktuasi paling suram dalam perjalanan akademisku yang bak rollercoaster rusak. Aku sendiri tak tahu pasti apa akar masalahnya, mungkin semangat belajarku lenyap begitu saja, seperti embun yang hilang di bawah terik mentari. Yang jelas, aku harus memeras keringat, bahkan darah, bekerja keras menumbuhkan minat menjadi seorang mahasiswa IKIP yang sesungguhnya. Dulu, di masa kanak-kanakku, aku pernah menatap para guru di sekolah dasar bagaikan sosok kaum ningrat dari keraton. Mereka, dengan pakaian yang selalu rapi dan wangi, adalah penyejuk di tengah debu dan lumpur kehidupan kampungku, yang hanya dipenuhi para petani dan buruh. Di saat para penduduk kampung masih berlumuran tanah, dengan aroma keringat bercampur lumpur yang menguar, para guruku rapi dan wangi. Kami masih berjalan kaki, seme...